Top Tag


Bisnis.com, JAKARTA – India menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, dengan total kasus melampaui 10,8 juta.

Namun, penambahan kasus Covid-19 harian di Negeri Bollywood ini terus menurun dalam beberapa pekan terakhir, begitu pula dengan angka kematian.

Berdasarkan data Johns Hopkins University of Medicine, India mencatatkan 11.713 kasus Covid-19 baru pada Sabtu (6/8/2021) sehingga total kasus hingga saat ini mencapai 10.814.304 kasus.

Penambahan kasus harian ini jauh menurun dibandingkan saat puncak pandemi pada September 2020 lalu. Rekor tertinggi kasus harian di India pernah mencapai 97.894 kasus pada 16 September 2020. Namun sejak saat itu, angka kasus harian terus menurun.

Sejalan dengan penambahan kasus harian, angka kematian akibat Covid-19 juga terus melandai menjadi 95 jiwa pada Sabtu dari 2.003 pada 16 Juni 2020 silam.

Penurunan laju infeksi virus corona ini seakan berbanding terbalik dengan sejumlah negara lain di dunia yang justru mengalami gelombang infeksi kedua.

Salah seorang dokter di Rumah Sakit Umum India Ajeet Jain mengakui situasi di India saat ini sangat jauh berbeda dari masa-masa puncak pandemi. Padahal, ia merasa seperti sedang mimpi buruk saat RS tempat dia bekerja di New Delhi dipenuhi dengan pasien Covid-19.

Saat ini, ia mengakui situasinya jauh berbeda. Jumlah pasien virus corona di rumah sakit bisa dihitung dengan jari. Dari 200 ventilator yang tersedia, hanya dua yang digunakan. Rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di seluruh negeri melaporkan pengalaman serupa.

“Ini sangat, sangat melegakan,” kata Jain, seperti dikutip Washington Post.

Turunnya penyebaran virus corona di negara dengan populasi terpadat kedua di dunia tersebut masih membuat sejumlah ilmuwan penasaran. Ahli Kesehatan Georgetown University Jishnu Das mengatakan turunnya penyebaran ini bukan dikarenakan jumlah tes yang menurun atau ada banyak kasus Covid-19 yang tidak dilaporkan.

“[Angka Covid-19 di India] sebelumnya terus naik,dan sekarang seakan hilang tiba-tiba. Keterisian ruang ICU di RS terus menurun. Seluruh indikator menyatakan angka infeksi turun,” ungkap Das dikutip dari India Times.

Penurunan tersebut tidak terkait dengan berkurangnya kesempatan virus untuk menular. India telah sepenuhnya membuka kembali perekonomiannya, kecuali membuka sekolah dasar. Restoran, mal, dan pasar ramai. Masker biasa digunakan di beberapa tempat dalam ruangan dan wajib di Delhi dan Mumbai, tetapi di tempat lain, jarang orang terlihat menggunakan masker.

Ilmuwan di seluruh dunia telah mengemukakan sejumlah teori untuk menjelaskan penurunan kasus Covid-19 di India ini. Namun, belum ada jawaban pasti. Para ahli mengatakan tanpa data yang cukup, tidak ada yang bisa mengungkap penyebab penurunan ini.

Para ahli epidemiologi di India mengatakan bahwa hanya ada satu kemungkinan penjelasan untuk penurunan kasus baru, yaitu cirus semakin sulit menyebar karena sebagian besar populasi telah terinfeksi.

Hal ini juga pernah diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Zubairi Djoerban di akun Twitter-nya. Ia menyoroti studi serologis atau pengujian antibodi secara acak terhadap orang di daerah tertentu di India yang diduga terpapar virus corona.

“Temuan awal studi itu menarik. Misalnya di New Delhi. Diketahui bahwa lebih dari 50 persen orang yang disurvei dalam studi itu telah memiliki antibodi Covid-19,” paparnya di akun Twitter @ProfesorZubairi.

Ia mengatakan studi lain menunjukkan bahwa 57 persen penghuni di permukiman kumuh Mumbai ditemukan juga memiliki antibodi.

Dilansir dari Washington Post, Hasil survei antibodi nasional terhadap 28.600 orang oleh pemerintah yang dirilis pada hari Kamis (4/2/2021) menunjukkan bahwa 1 dari 5 penduduk India atau sekitar 270 juta orang telah terpapar virus tersebut pada awal Januari. Tingkat infeksi bahkan lebih tinggi di kota-kota besar.

Pada Selasa (2/2), Menteri Kesehatan New Delhi Satyendar Jain mengumumkan bahwa studi baru-baru ini terhadap 28.000 orang di ibu kota India menemukan 56 persen memiliki antibodi virus corona. Survei antibodi sebelumnya terhadap lingkungan tertentu di Mumbai dan Pune juga menemukan bahwa sebagian besar penduduk telah terinfeksi.

Survei antibodi tersebut menunjukkan bahwa jumlah infeksi yang sebenarnya di negara itu jauh lebih tinggi daripada penghitungan resmi dan upaya untuk menahan penyebaran virus di kota-kota sebagian besar gagal.

Survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar kasus infeksi virus korona tidak terdeteksi meskipun ada peningkatan pengujian yang signifikan. Jumlah tes harian di India cenderung turun dalam beberapa pekan terakhir. Namun, positivity rate juga telah jatuh dari 9 persen pada September menjadi di bawah 2 persen saat ini.

Di sisi lain, Epidemolog Yayasan Kesehatan Masyarakat India Giridhar Babyu mengatakan hal ini menunjukkan bahwa kota-kota besar India mungkin mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity terhadap virus corona.

Di sisi lain, Direktur Regional WHO Poonam Khetrapal Singh mengatakan sulit mengaitkan penurunan kasus di India dengan herd immunity karena India adalah negara luas dan beragam.

 

Konten Premium

Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.


Jackpot paus Result SGP 2020 – 2021. Jackpot terbaru lainnya tampak dilihat dengan terpola melalui poster yg kami sampaikan pada web itu, lalu juga dapat dichat kepada petugas LiveChat pendukung kami yang menjaga 24 jam On-line buat mengservis semua kebutuhan para pemain. Ayo cepetan gabung, serta menangkan jackpot Lotre & Kasino Online terhebat yang wujud di lokasi kita.

You may also like